Liputan6.com, Washington DC: Saat ini, Amerika Serikat
tengah dilanda badai panas yang tak tertahankan bagi jutaan warga di
tujuh negara bagian Amerika Serikat. Terhitung dari rabu pekan lalu
hingga Ahad kemarin, sedikitnya 46 orang dari wilayah barat hingga
pesisir timur AS tewas akibat terkena udara panas yang mencapai 40
derajat Celcius.
Di Indiana, Sabtu kemarin, bayi perempuan berusia 4 bulan tewas seketika
di dalam mobil, karena tidak tahan dengan udara ekstra panas yang
menyerangnya.
Badai panas ini telah melanda AS sejak Juni lalu, tepatnya di Virginia
Barat, Ohio, dan negara bagian lainnya. Lebih dari 110 orang berdiam di
bawah AC untuk menghindari teriknya panas matahari, hingga pada akhir
Juni, belasan orang tewas.
Badan Cuaca Nasional AS menghimbau penduduk untuk banyak meminum air
putih dan menghindari kegiatan di luar rumah. Diperkirakan, badai panas
ini akan melanda negara bagian lain, seperti Arizona dan
Nevada.(NHK/ARI)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
108CSR.com - Sekitar 42 orang tewas akibat gelombang panas yang melanda
negara bagian tengah hingga pantai timur Amerika Serikat. Sejumlah media
mengatakan beberapa korban meninggal adalah lansia yang terperangkap di
rumahnya tanpa pendingin ruangan karena pemadaman listrik.
10 korban tewas terdapat di Chicago dan jumlah yang sama juga
menimpa warga di Virginia dan Maryland. Masing-masing tiga orang
meninggal di Wisconsin, Ohio, dan Pennsylvania, dan dua orang di
Tennessee.
Bayi perempuan berusia empat bulan meninggal di dalam mobil
setelah ditinggalkan "dalam jangka waktu yang panjang" di Greenfield,
Indiana.
Sabtu waktu setempat, temperatur mencapai 41 derajat Celsius di
Washington DC - salah satu temperatur terpanas yang pernah terjadi di
kota - dan 46 derajat Celsius di St. Louis, Missouri.
"Lebih panas dari neraka," kata John Ghio,turis yang sedang mengunjungi Gedung Putih, pada Reuters.
"Terlalu panas. Ayah saya berkata rasanya seperti dibakar api," kata wisatawan asal China Xiao Duan, 30.
Sementara itu, ratusan orang di West Virginia, Virginia, Ohio,
New Jersey, Maryland, dan Indiana masih mengalami pemadaman listrik
akibat badai di area tersebut seminggu yang lalu.
Sejumlah kota membuka kawasan pendingin dan jam ekstra di kolam
renang umum. Beberapa komunitas menawarkan makanan pada penduduk yang
persediaan makanannya rusak akibat lemari pendingin yang tidak dapat
berfungsi.
Kelas-kelas musim panas di 21 gedung dibatalkan karena tidak ada
pendingin ruangan. Temperatur tinggi juga merusak jalan utama Colombus
Drive, membuat jalan itu retak dan melengkung sebanyak 12 centimeter.
Cuaca dingin diperkirakan berada di bagian utara negara bagian
tengah, meski badai kuat diperkirakan akan datang karena temperatur
rendah.(jek/mic)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar