Pria tambun bernama Jacky William B Noya ini, merupakan putra pribumi Maluku yang lahir di Ambon 45 tahun lalu, tepatnya pada 17 April 1967. Ia adalah pengusaha sukses asal Maluku di tanah rantau Papua. Ia rencananya akan maju sebagai calon gubernur Maluku pada periode 2013-2018. Namun bukan itu yang menjadi sumber kehebohan.
Pemberitaan tentang Jacky Noya di media infotainmen televisi berkisar tentang kisah suksesnya sebagai pengusaha tambang emas. Kisah sukses ini juga dikaitkan dengan penampakan seekor naga di langit yang sempat diabadikan Jacky Noya melalui kamera hapenya. Sejak saat itu, kehidupan Jacky Noya berubah drastis menjadi sosok kaya raya setelah menemukan tambang emas di Papua. Wajar jika sekarang, aksesoris yang dipakai Jacky Noya di taksir hingga miliaran rupiah, yang terdiri dari Jam tangan seharga 5 miliar, cincin, dan kalung emas seberat total 10 kg. Sinkron dengan julukannya sebagai raja emas dari Ambon.
Jacky Noya Sosok Dermawan
Sebagai seorang yang pernah merasakan kehidupan tanah rantau, tentunya sosok Jacky Noya paham betul dengan kehidupan serba kekurangan. Maka adalah hal yang wajar ketika ia berada di puncak kesuksesan ia akan semakin dermawan. Tidak tanggung-tanggung, setidaknya 37 miliar sudah siap digelontorkan Jacky Noya untuk kesejahteraan rakyat Maluku. Mulai dari bantuan rumah peribadatan, olah raga, hingga bantuan menjelang Ramadhan dan natal 2012. Semua dilakukan Jacky Noya sebagai bentuk syukur terhadap apa yang telah diperolehnya selama ini di tanah rantau.Melihat kesuksesan seorang Jacky Noya, tentunya ini bisa menjadi pelajaran bagi orang sukses lainnya untuk memberikan sedikit hartanya demi kemajuan daerahnya. Bukan sebaliknya, mengeksploitasi dan menghisap orang yang tidak mampu setelah menjadi pemimpin mereka.
“Saya siap maju untuk merebut posisi sebagai Gubernur Maluku. Saya maju sebagai Gubernur Maluku dengan tujuan untuk membangun Maluku yang kini terpuruk di segala bidang,” jelas Noya, kepada wartawan usai menghadiri kegiatan pencanangan Jumat Pagi Bersihkan Lingkungan (Jumpa Berlian) yang di SMPN 4, Jumat (25/5).
Diakuinya, saat ini Maluku sangat tertinggal dari daerah-daerah lain di Indonesia, terutama Maluku merupakan daerah kemiskinan tertinggi serta pengangguran maupun tertinggal dibidang infrastruktur, kesehatan dan pendidikan dan ini sangat memprihatinkan.
“Maluku ini masih tertinggal, sehingga menjadi dorongan bagi saya selaku anak daerah untuk kembali membangun daerah ini. saya siap untuk membangun daerah demi kemahaslahatan masyarakat Maluku yang kini dalam kondisi terpuruk. Angka kemiskinan masih tinggi serta lapangan kerja yang sangat kurang. Inilah motivasi saya untuk memberikan yang terbaik bagi daerah ini. namun semua ini saya rencanakan namun semua itu juga berpulang kepada basudara-basudara yang ada di daerah ini,” ujarnya.
Noya menandaskan, dirinya datang ke Maluku bukan untuk mengambil apa yang dimiliki daerah ini, namun ingin memberikan yang terbaik yakni memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Maluku.
“Saya sudah siap untuk membangun Maluku. Tanpa bantuan dari Pemerintahpun saya siap membangun daerah ini. harta itu tidak bernilai apa-apa, namun yang harus ditabur adalah kasih sayang dan saling berbagi, inilah komitmen saya untuk membangun Maluku tanah tercinta ini,” ungkapnya.
Menurut Noya, timnya telah turun ke semua daerah di Maluku dan menemukan banyak persoalan yang melilit masayarakat mulai dari pendapatan, tempat tinggal, infrastruktur dibidang keagamaan, pendidikan dan kesehatan.
Terkait majunya dalam Pilkada Maluku, Noya mengaku, saat ini dirinya sementara mencari kendaraan politik guna mengantarnya dalam suksesi pemilihan Gubernur Maluku 2013 mendatang.
Terlepas dari jadi tidaknya Noya menjadi Gubernur, yang pasti ia sudah cukup terkenal dengan kalung emas 4kg yang selalu dia pakai.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar